Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Setelah Mengganti Kalimat Syahadat dengan “Islam Pendusta”, Partai Ini Kalah Pemilu

Written By Unknown on Jumat, 23 Mei 2014 | 06.06



Partai Kebebasan (PVV) pimpinan Geert Wilders yang sebelumnya diprediksi menang besar dalam pemilu parlemen Eropa di Belanda, ternyata justru jatuh dan mengalami kekalahan. Menurut perhitungan cepat yang dilakukan Ipsos dan disiarkan televisi NOS, Kamis (22/5) malam, partai itu menempati urutan buncit perolehan suara.



Sebelumnya, menjelang pemilu, Geert Wilders semakin keras memusuhi Islam. Ia juga semakin gencar membagikan stiker mirip bendera Saudi yang telah dimodifikasi. Kalimat syahadat pada bendera berwarna hijau itu diganti Wilders dengan kalimat “Islam Pendusta, Muhammad Pedofilia.”



Meski perhitungan suara resmi baru dilaksanakan Ahad (25/5), Wilders mengakui penurunan dukungan untuk partainya. Dari 17 persen pada Pemilu 2009 menjadi 12 persen menurut perhitungan cepat.



"Kita sudah bertarung seperti singa, tapi nyatanya adalah, hasil perhitungan cepat ini mengecewakan,” kata Wilders kepada pendukung PVV seperti dikutip kantor berita Jerman, DW.



Wilders beralasan, buruknya perolehan suara PVV karena partisipasi pemilih yang rendah. [AM/bersamadakwah]

(Video) Syair Ini Membuat Imam Ahmad Menangis

Written By Unknown on Kamis, 22 Mei 2014 | 21.18











ilustrasi ulama menangis © dinarkel.net

Imam Ahmad Bin Hanbal rahimahullah ditanya oleh muridnya, Abu Hamid al Khulqani, bagaimana pendapat beliau mengenai syair-syair yang mengingatkan surga dan neraka.



“Seperti apa contohnya?” tanya Imam Ahmad.



Lalu sang murid melantunkan syair-syair ini. Baru dua bait, Imam Ahmad sudah mulai menangis. Beliau terisak-isak hingga kemudian bergegas masuk ke dalam rumahnya. “Seakan-akan beliau hendak dijemput malaikat maut,” kata Al Khulqani.



Berikut syair yang dibaca oleh Al Khulqani :



Jika Tuhanku bertanya

Tidak malukah engkau bermaksiat kepadaKu?

Kau sembunyikan dosa dari makhlukKu

dan mendatangiku dengan sepenuh dosamu



Bagaimanakah aku hendak menjawabnya

Wahai diriku yang malang?

Dan siapakah yang mampu menyelamatkan diriku



Aku terus memenuhi jiwaku dengan khayalan dan harapan

Dari waktu ke waktu

Dan aku melupakan apa yang akan kuhadapi setelah mati

Dan apa yang akan kualami setelah aku dikafani



Seolah-olah aku ini telah dijamin untuk hidup abadi

Seakan kematian takkan menghampiri



Ketika datang padaku sakaratul maut yang mengerikan

Siapa yang mampu melindungi?



Aku melihat wajah-wajah manusia

Adakah diantara mereka yang akan menebusku?



Aku akan ditanya apa yang telah kulakukan di dunia

Untuk menyelamatkan diri

Maka bagaimana akan kujawab setelah kuabaikan agama ini




Selengkapnya, silahkan simak video ini:





Apakah di Indomaret Daerah Anda Juga Dijual Biskuit “Mengandung Babi” Ini?



Indomaret semakin ramai diperbincangkan, beberapa hari ini. Pasalnya, pengguna media sosial menemukan, salah satu biskuit yang dijual di minimarket itu bertuliskan “mengandung babi.” Kasus tersebut kini juga mulai diangkat media nasional, seperti Okezone.



Awalnya, temuan biskuit itu ditulis oleh salah seorang mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Tokyo. "Hati-hati ya kalo belanja di Indonesia... Produk haram impor ini dijual bebas di Indomaret.. Coba lihat ini tertulis 'mengandung babi'" tulisnya di akun Facebook.



Status yang sebenarnya ditulis pada 18 Maret 2014 itu pun dengan cepat menyebar, lengkap dengan foto produk dan harganya.



Yang disesalkan, biskuit bermerek Bourbon Cookie yang mengandung lemak babi itu tidak dipisahkan dari produk-produk halal. Akibatnya, sangat mungkin konsumen muslim tertipu dan dirugikan dengan produk tersebut. Apalagi jika sampai mengkonsumsinya.



Menurut mahasiswa tersebut, foto biskuit ‘mengandung babi’ diambilnya dari Indomaret Cibubur Rest Area Tol Jagorawi km 10. "Tapi masih ada kemungkinan ada di tempat lain mengingat Indomaret banyak tersebar," katanya kepada Okezone.




Sementara itu, Corporate Secretary PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) Eventius Go hingga siang tadi masih belum bisa berkomentar lebih jauh. "Maaf saya belum bisa komentar, saya lagi di Jerman," ujarnya saat dihubungi melalui telepon selular.



Apakah di Indomaret di daerah Anda juga ada biskuit “mengandung babi” seperti yang diunggah mahasiswa tersebut? [AM/bersamadakwah]

Wahdah Islamiyah Himbau Umat Islam Pilih Capres yang Berpihak pada Kepentingan Umat



Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Muh Zaitun Rasmin menghimbau umat Islam agar tidak ikut menyebarkan isu dan informasi negatif tentang Capres dan Cawapres 2014 karena hal itu bisa menjadi ghibah dan fitnah. Wahdah juga menghimbau umat Islam agar bersungguh-sungguh memenangkan Capres yang berpihak pada kepentingan umat dan keselamatan bangsa.



Berikut ini imbauan lengkap yang dikirimkan Wahdah kepada bersamadakwah.com:



1. Kiranya tidak membuat atau ikut menyebarkan isu dan informasi negatif tentang CAPRES/CAWAPRES 2014, Melalui SMS, Fb, Whatssap, dan Media apapun, sebab bisa menjadi Ghibah dan Fitnah, serta dapat menjadi bumerang bagi persatuan Ummat dan Bangsa.



2. Diharapkan kepada seluruh Ummat Islam yang peduli akan kemaslahatan Ummat dan Bangsa agar berupaya dengan sungguh-sungguh ikut memilih CAPRES yang diyakini lebih berpihak pada kepentingan Ummat dan Keselamatan Bangsa.



3. Banyak beristighfar dan berdoa demi hasil PILPRES yang membawa pada keselamatan serta kejayaan Ummat dan Bangsa



4. Kiranya KPU dan BAWASLU, Pemerintah dan Aparat Keamanan, para CAPRES/CAWAPRES beserta seluruh pendukungnya, benar-benar maksimal dalam usaha menjadikan PILPRES ini berlangsung sukses secara jujur dan adil.



Dikutip dari situs resminya, Wahdah Islamiyah adalah sebuah Organisasi Massa (Ormas) Islam yang mendasarkan pemahaman dan amaliyahnya pada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman As Salaf Ash-Shalih (Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah). Organisasi ini bergerak di bidang da’wah, pendidikan, sosial, kewanitaan, informasi, kesehatan dan lingkungan hidup. [IK/bersamadakwah]

Usai Paparkan Temuan Canggih di AS, Ilmuwan Remaja Mesir Ini Tak Mau Pulang

Written By Unknown on Rabu, 21 Mei 2014 | 23.42



Seorang ilmuwan remaja Mesir tak mau pulang kembali ke negaranya usai memaparkan temuannya di Los Angeles, baru-baru ini. Abdullah Assem, penemu kaca mata canggih untuk orang lumpuh itu takut pulang ke Mesir karena dituduh terlibat demonstrasi anti-kudeta. Remaja berusia 17 tahun itu pun meminta bantuan muslim AS untuk tetap tinggal di negeri itu dan meminta suaka.



Assem adalah remaja dari kota Assiut yang sangat berbakat. Atas temuannya yang memungkinkan orang lumpuh berkomunikasi dengan orang lain, Assem mendapat undangan untuk presentasi di Pameran Sains dan Rekayasa Internasional Intel Corp.



Assem sempat ditangkap pada 25 April lalu di Kairo dan didakwa ikut serta dalam protes anti-pemerintah dan membakar dua kendaraan polisi.



“Ia melakukan perjalanan ke Kairo dari tempat tinggalnya di kota Assiut untuk membeli sejumlah peralatan elektronik guna kepentingan proyek akademisnya,” kata pengacaranya, Farida Chehata dikutip dari Antara.



Chehata menyebut dakwaan pada Assem adalah rekayasa dan pemuda itu tidak ikut dalam unjukrasa tersebut. Assem khawatir tidak akan mendapat proses persidangan yang adil di Mesir dan akan dijebloskan ke penjara atas sesuatu dakwaan yang tidak dilakukannya.

Semula penguasa kudeta Mesir tidak mengizinkan Assem pergi ke AS untuk mengikuti pameran sains tersebut setelah ia ditangkap, tetapi kemudian ia dibiarkan pergi ke Los Angeles sehari setelah media massa mengabarkan kasusnya.



Assem akhirnya terbang ke Los Angeles, dan usai mempresentasikan temuannya, ia minta bantuan Dewan Kerjasama Islam – Amerika (CAIR). Permohonan suaka yang telah disetujui kedua orangtua Assem pun diajukan pada Selasa (20/5) lalu.



Chehata sebenarnya sangat menyayangkan kasus ini, sebab negeri Muslim seperti Mesir justru kehilangan pemuda-pemuda berbakat akibat ulah penguasanya sendiri.



“Sungguh sayang dan sangat menyedihkan melihat anak-anak yang mempunyai banyak potensi dan telah melakukan hal-hal besar, tetapi dibuat tidak berdaya oleh pemerintah atas alasan apapun tanpa melalui proses yang benar,” katanya [AM/BersamaDakwah]

Menggetarkan, Video Surat Ar Rahman Ini Telah Ditonton 27 Juta Kali



Sebuah video murattal surat Ar Rahman yang diunggah di Youtube kini telah ditonton lebih dari 27 juta kali. Selain bacaannya yang merdu dan menggetarkan hati, klip ilustrasinya membuat pengguna lebih mudah tersentuh dan memahami makna ayat yang dibaca.



Misalnya saat tilawah sampai pada ayat-ayat tentang neraka, terlihat ilustrasi api yang menyala-nyala. Demikian pula saat ayat yang dibaca menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Allah, maka yang tampil adalah pemandangan angkasa luar, planet dan gugusan bintang.



Berikut video surat Ar Rahman tersebut:





CIA Akui Gunakan Vaksinasi sebagai Kedok Operasi

Written By Unknown on Selasa, 20 Mei 2014 | 18.51



Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) CIA mengakui selama ini menggunakan vaksinasi sebagai kedok operasi. Namun, Pejabat senior Gedung Putih mengatakan, CIA sekarang bersedia menghentikan program itu.



Dikutip dari BBC Indonesia, Penasihat Presiden Obama untuk masalah terorisme Lisa Monaco mengatakan, CIA setuju untuk menghentikan pemanfaatan berbagai kegiatan vaksinasi untuk kepentingan intelijen.



Monaco menambahkan bahwa CIA juga setuju untuk tidak menggunakan data genetik yang diperoleh dari berbagai program kesehatan masyarakat seperti vaksinasi.



Keputusan ini diambil setelah muncul keberatan dari kalangan tenaga medis profesional di Amerika tentang penggunaan program kesehatan masyarakat di Pakistan untuk memburu Osama bin Laden.



Mereka mengatakan tak semestinya program kesehatan untuk publik dipakai untuk menutupi operasi mata-mata.



Pada 2011, CIA berupaya mendapatkan sampel DNA anak-anak yang diyakini memiliki hubungan dengan Osama bin Laden melalui program vaksinasi hepatitis yang dilakukan oleh dokter Pakistan bernama Shakil Afridi.



Afridi kemudian diadili dan dinyatakan bersalah dengan vonis 33 tahun penjara. Vonis ini dibatalkan, tetapi Afridi masih diharuskan untuk menjalani sidang ulang.



Keterlibatan CIA dalam kegiatan vaksinasi di Pakistan membuat Taliban menjadikan program vaksinasi polio sebagai sasaran serangan dengan alasan mereka yakin vaksinasi ini adalah kedok operasi mata-mata. [BBC/Kompas/BersamaDakwah]

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Roti Kabin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger